Aku Atau Sahabatku....
AKU ATAU SAHABATKU
Di sebuah taman Universitas Padjadjaran terlihat seorang gadis yang
sedang menunggu, entah siapa yang sedang di tunggunya, senyum manja terlukis
dalam wajahnya. Tak lama seseorang lewat di depannya. Mungkin pria itu yang di
tunggunya, benar atau tidak entahlah, tapi terlihat dari kejauhan pria itu
menyapa sang gadis dengan hangat seperti sudah sekian lama saling mengenal.
Kang Tri : “Assalamualaikum indah,apa
kabar ndah? Masih ada kuliah hari ini?”
Indah :
“Waalaikumsalam kang tri, alhamdulillah baik kang, akang gimana kabarnya kang?
Alhamdulillah udah gak ada kuliah lagi kang, akang masih ada kuliah lagi gak?”
Kang tri :
“Alhamdulillah senang dengar kamu baik, alhamdulillah akang juga baik, wahh
beneran kamu udah gak ada kuliah? Pas banget saya juga gak ada kuliah lagi,kita
pulang bareng yuk?”
Indah : ”Wahh, bolehh kang, hayuk atuh...”
Percakapan yang sangat singkat terlalui dengan baik, kemudian terlihat
mereka berjalan bersama menuju gerbang lama, untuk kembali ke rumah masing –
masing.
Keesokan harinya....
Langit biru terlihat sangat cerah, secerah hati umat manusia di dunia
yang telah siap melakukan aktivitas hariannya. Dan begitu juga dengan Mae, dia telah siap berangkat menuju kampus.
Dengan langkah yang riang gembira ia pun berjalan menelusuri lorong kampus
sambil membawa buku mata kuliah hari ini, tapi... tiba – tiba...
Bruuuukkkkk....
Kang tri : “Maaf saya enggak lihat, kamu
gak apa-apa kan?”
Mae : ”Iya gak apa- apa kang.
Saya baik- baik aja. Kenapa buru – buru kang?”
Kang tri :
”Tadi saya mau kejar dosen, tapi ya udahlah nanti saya langsung ke ruangannya
aja, oiya,nama kamu siapa? Saya belum kenal kamu.”
Mae : ”Nama saya Mae kang,
akang namanya siapa?”
Kang tri : “Nama saya Tri, panggil aja
kang tri. Oiya,saya duluan ya... Assalamaualaikum.”
Mae : ”iyya kang tri
silahkan, Waalaikumsalam.”
Setelah pria bernama Tri itu berlalu, Mae pun segera menuju ke kelasnya
dengan hati yang berbunga-bunga... ia tidak sabar untuk segera sampai di kelas,
untuk menceritakan semuanya kepada sahabatnya yang bernama Indah.
Saat tiba di kelas...
Mae :
”Assalamaualaikum indahh, harii ini aku senang sekali, ada kejadian yang sangat
romantis pagi ini. “
Indah : ”Waalaikumsalam, wah
kejadian apa itu maee? ceritaain atuh ke
aku.”
Mae : ”Pasti dong sahabatku,
tadi pagi pas mau ke kelas, aku nabrak seorang Primus, ooohhhh wajahnya bening
sebening kaca, dan hatinya bersih seperti kertas putih, pokoknya lelaki idaman
dehh ndahh... “
Indah : ”Wahh, sedang kasmaran
sepertinya..., ehh tapi Primus teh apa mae?”
Mae : ”Primus itu pria
mushola ndahh hahhahahha “
Indah : ”Ihh mae bisa aja kamu,ya
udahh nanti lagi ceritanya bapaknya udah masuk tuh “
Mae : ”okeh dehh siiaapp”
Setelah pulang kuliah hari ini Mae kembali bertemu dengan kang Tri,
pria yang menabraknya tadi pagi, kemudian kang tri mengajak mae pulang bersama.
sementara di waktu yang bersamaan indah
berada di taman tempat biasa ia menunggu kang tri untuk pulang bersama,
meskipun tak sering, tapi hanya di tempat itulah indah bisa bertemu kang tri
dan pulang bersamanya.
Kang tri : ”Mae ya? Mau pulang mae?”
Mae : ”Iya kang, akang mw
pulang jga?”
Kang tri : ”Iyaa niyy ya udah bareng aja
yuk mae, ayoo maee”
Mae : ”Iya kang, makasih
kang.”
...........
Indah : ”Kang tri mana sih? Kok gak lewaat-lewat”
(indah bicara sendiri)
Tiba-tiba kang fajar datang...
Kang fajar : ”Ndahh? Lagi nunggu siapa di sini?
Enggak pulang?kampus udah sepi loh”
Indah : ”Ehh kang fajar, enggak
nunggu siaapa-siapa kang, iseng aja di taman.”
Kang fajar : ”Ya udah pulang yuk, bareng sama
saya aja, saya anterin yuk”
Indah : ”Iyaa kang makasih
sebelumnya.”
...........
Beberapa bulan kemudian....
Semakin hari Mae dan Kang Tri semakin dekat, mereka berangkat ke kampus
bersama, begitupun saat pulang, seperti ada kedekatan batin antara keduanya.
Hal ini di ketahui oleh sahabat kang tri
yaitu kang fajar.
Kang fajar :
”Tri, setiap hari ane liat kamu jalan sama perempuan terus, itu siapa tri? pacar
kamu ya? Kok gak di kenalin ke ane?jangan rahasia-rahasiaan atuh ke ane mah.”
Kang tri :
”Oohhh,itu, perempuan itu namanya mae, kenal pas ane nabrak dia, dan gak tau
kenapa jadi sering jalan bareng gini jar, kadang mae ngajak ane berangkat
bareng,ya ane terima aja tawarannya. Tapi gak tau kenapa rasanya sekarang ada
yang aneh, mungkin hati ini mulai berubah, ane masih bingung dengan hati
seorang wanita yang tulus itu, dia merasakan yang sama atau enggak, tapi selama
mae masih memberikan perhatiannya ke ane, ya ane terima sajalah. “
Kang fajar : ”Wahh ente
katanya masih penasaran dengan gadis berwajah teduh itu, tapi pas ketemu wanita
yang lebih cantik lagi malah kecantol, tapi ya nikmati saja anugrah ini tri,
asal jangan sampai menyakiti hati wanita yaa...”
Kang tri : ”Siiappp
jaarr, doakan ana ya agar bisa cepat mendapatkan hati mae... ane sudah lelah
menunggu gadis berwajah teduh itu. Seperti
tak ada respon. Doakan ya jarr heheheh “
Kang fajar : ”Iyaa siappp, doain ane
juga yaa,biar bisa deket sama gadis manis. Hahahhah “
Kang tri : ”Siaapp sama-sama mendoakan yaaa...”
...........
Tidak lama kemudian tersiar kabar sekampus bahwa Mae jadian dengan kang
tri, hal ini langsung membuat indah bersedih, namun ia tak bisa berbuat
apa-apa, hanya bisa menahan tangis dan pilu, ia berusaha mengikhlaskan namun
tetap saja tak bisa. Sampai fajar yang terus mendekatinya tak ia hiraukan dan
suatu ketika indah masih tetap melakukan hal yang sama saat ia merasa dekat
dengan kang tri, yaitu menunggunya di taman dengan tetesan air mata yang sulit
ia bendung.
Indah :
”Kang tri, pasti sehat – sehat aja kan, selamat ya kang atas hubungan akang
dengan sahabat saya, mungkin perasaan ini hanya allah dan diri ini yang
tahu,sampai kapan pun akang tak akan pernah tahu.”
Tiba-tiba...
Kang fajar :
”Maksud kamu apa ndahh? Jadi selama ini kamu mencintai tri sahabat saya? Pantas
saja kamu seperti menghindar dari saya, kamu cinta sama tri, dan tidak sama
saya. Kamu harus tau, saya mencintaimu dengan tulus.dan kamu harus
sadar,tri sudah bahagia sama mae,mereka
menjadi pasangan yang serasi di kampus,kamu masih mengharapkan hal yang gak
pasti ndahh? Mau menunggu sampai kapan?”
Indah :
”Sampai kapan pun aku akan tetap menunggu kang, aku akan selalu menjaga hatiku
untuknya,salahkah aku mencintainya? Salahkahh? Apa ini salahku? Atau salahnya
juga? Salah aku juga kah jika kau mencintaiku sementara aku tidak begitu
padamu. Biarkan kang semuanya berjalan
sesuai kehendaknya hingga nanti waktu yang akan bicara.” (sambil berlari
pergi.)
...........
Keesokan
harinya....
Saat mata kuliah jam pertama, mae memanggil indah dari kejauhan untuk
menunggunya, namun indah tetap saja terus melanjutkan langkahnya bahkan lebih
cepat lagi, sampai terjatuh dan indah tetap tidak memperdulikannya,ia tetap
berjalan berlalu darinya. Untung saja, berpapasan dengan kang tri.
Mae : ”Indahh
kamu cepat-cepat sekali jalannya,tunggu aku dong... aduuhh indahhh...tungguu...
aauuu sakittt...”
Kang tri : ”Maee,kamu kenapa kok jatuh? Sini aku bantu kamu
bangun”
Mae :
”Iya kang, tadi aku manggil-manggil indah tapi dia gak denger aku kejar dia,
dan dia malah semakin mempercepat langkahnya kang, dia jadi beda banget
sekarang, semenjak aku sama kamu jadian.”
Kang tri :
”Mungkin dia sedang ada masalah yang
belum bisa di ceritakan ke kamu, sabar aja ya mae, atau karena kalian udah
mulai jarang bertemu jadi komunikasi kalian agak terhambat.”
Mae :
”iyaa kang, mungkin begitu, dan ku harapkan tak ada masalah serius menimpanya, nanti
akan aku tanyakan juga jika ia sudah agak tenang”
.........
Semenjak kejadian itu, indah seolah menghindar bertemu mae, sebisa
mungkin indah menghindar agar tidak
bertemu dengan mae. Dan sekeras itu pula mae ingin bertemu dengan indah, untuk
menanyakan masalahnya. Semoga tak ada yang serius. Hingga suatu ketika mae
melihat indah yang sedang duduk di taman seorang diri, dengan sebuah buku
catatan di tangannya. Saat pegangannya lemah terhadap buku itu, mae mengambil
buku tersebut dan di bacanya. Tak peduli indah yang sudah berteriak
memanggilnya.
Mae :
”Ayyooo ambil dong ndahh bukunya dari pada nangis lebih baik kita main
kejar-kejaran yang kalah harus traktir es krim”
Indah : ”Maee,kembalikan buku
ku...kembalikan...!!!!!”
Mae :
”Enggak mauu, ayooo sii.....niii, ini kan foto kang tri, kenapa bisa ada di
kamu ndah? Apaaa??? kamu mencintai kekasihku ndahh? dari awal masuk kuliah? kenapa
kamu gak bilang ndahh? kenapaa??????”
Indah : ”Kembalikan bukuku,
kembalikan bukuku!!!!”
Mae :
”Jawab ndahh, aku butuh jawaban kamu, baru aku kembalikan buku mu, jadi apakah
ini masalah kita selama ini, kamu menjauhiku ndah, karena kamu juga mempunyai perasaan yang
sama kepada kekasihku. Kenapa
kamu pendam semua ini ndahh?”
Indah :
”Aku bukan lah seperti mu mae yang
bisa memperlihatkan perasaanku pada orang yang ku kagumi, aku bukan kamu
yang dengan mudah berkata jatuh cinta pada seseorang. Inilah aku mae sahabatmu
yang penuh dengan kerapuhan, hatiku sakit mendengar kau bersamanya, kau pergi
bersamanya tanpa perdulikan aku mae, semua yang terjadi sangat tiba-tiba dan
mengejutkanku, aku belum bisa terima mae.... kembalikan buku ku. “
Setelah mendengar kata-kata indah, mae langsung terduduk lemas, dan
menangis.... seakan menyesali tak pernah mengerti sahabatnya sendiri. Setelah
itu,mae langsung kembali ke rumahnya. Dan ia ingin melakukan sesuatu untuk hari
esok yang lebih baik.
.........
Hari ini
adalah hari yang di tunggu oleh mae, ia berharap dengan adanya hari ini ia dan
indah bisa kembali lagi seperti dulu...
Kang fajar :
”Trii, ente merasa gak, kalau hubungan ente sama mae membuat seorang wanita
yang teduh wajahnya sakit hati, apa ente gak merasa hubungan persahabatan
keduanya renggang bahkan putus karena kehadiran ente tri, ente sadar gak tri?”
Kang tri :
”Ente apaan si jar datang – datang langsung bilang kayak gitu emangnya ada apa
si jar? Ane gak ngerti.”
Kang fajar :
”Dua orang wanita mencintai ente tri, pacar ente sekarang, juga sahabat pacar ente
tri... ente tidak sadar kah?”
Kang tri : ”Indah
maksdunya? Dia punya perasaan ke ane? Ane gak sadar jar, ente beneran jar?”
Kang fajar : ”Niy,
tanya aja sama indahnya sendiri, ada mae juga di sana triii, ane mau kita
semuanya selesaikan masalah ini bersama.”
Kang tri : ”Bener
ndahh semua yang di katakan fajar?”
Indah :
”Iya kang, ane mengakuinya ane mencintai mu kang, tapi saat ini ana sudah bisa
menerima hubungan akang dengan mae,ane merasa terlalu kekanakan, bukan salah
mae atau pun salah akang saat jadian, ini semua hanya salah paham, yang diri
ana belum bisa menerimanya kang, tapi insyaallahh semuanya akan segera kembali
seperti dulu, silahkan saja jika akang dan mae ingin tetap bersama, ana
ikhlas...”
Kang fajar : ”Bohong
kamu ndahh, rasa cinta kasih kamu sama tri udah besar banget, bagaimana bisa
kamu merelakannya?”
Indah : ”Karena mae adalah sahabatku... “
Mae :
”Mae sayang kang tri, tapi mae gak mau hubungan persahabatan mae berantakan
hanya karena hal ini. Kang tri mengerti kan maksud mae?”
Indah : ”Ane
udah baik – baik aja kok mae, tenang aja, setelah hari ini semuanya akan
berjalan normal, santai saja.”
Kang tri :
”Ane mau jujur, sebelum mengenal mae, ane mencintaimu ndah, tapi tak ada satu
perilaku yang menunjukkan ente suka sama ane, hingga ane bertemu mae, dan kami
dekat lalu ane memilih mae, dan kini setelah ane tau semuanya, juga perasaan
fajar ke indah, ane sadar tak seharusnya kita begini, mae ana mengerti, lebih
baik hubungan ini kita sudahi dari pada harus menyakiti hati sahabat kita,
lebih baik semuanya seperti awal saja. Berjalan dengan begitu saja... tanpa ada
perasaan yang tersakiti, kita jaga hati kita masing – masing hingga rabb
memberikan yang terbaik untuk kita. Aamiin.
Mae : ”Iyyaa mae juga setuju lebih baik seperti itu
kang... “
Indah : ”Ane
serahkan semua keputusan kepada kalian berdua, kita mulai semuanya dari
awal...”
Kang fajar : ”Iya kita sahabatan bersama ya...
semangattt.....”
The
End
ini adalah naskah drama yang saya buat dalam waktu semalam... temanya adalah Cinta Segitiga dan alhasil jadilah seperti cerita di atas hahaha :D selamat membaca dan mohon kritik dan saran yang membangun... terima kasih
~Cahaya Kata~
Komentar
Posting Komentar